Selasa, 17 Juli 2012

Profil Divisi SS ke-13 Handscar, Pasukan Muslim NAZI

Beberapa Operasi besar yang diikuti oleh Handscar antara lain :

  • Operasi pemberantasan 'Partisan Yugoslavia' : Partisan Yugoslavia berada di bawah komando Jozep Broz Tito semakin sengit melakukan perlawanan terhadap kekuatan Jerman di wilayah Balkan. Meskipun awalnya ia tidak begitu di kenal oleh kalangan sekutu, namun berkat keberhasilannya menaklukan tentara Axis, terutama dalam kantung-kantung yang dikuasai oleh tentara Italia. Maka namanya semakin dikenal, ia bahkan mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Inggris di awal tahun 1943 dan menolak secara tegas untuk terlibat di dalam Komunis Internasional, meskipun pergerakannya bersifat sosialis. Divisi Handscar terlibat dalam beberapa operasi dalam pemberatasan partisan ini bersama dengan beberapa divisi SS lain.
  • Operasi Wegweiser :  Bertujuan untuk membasmi partisan yang menyerang wilayah Syrmia antara kota Zagreb dan Belgrade. Dalam operasi ini, Handscar menderita korban cukup banyak dengan 573 orang tewas serta 82 tertangkap.
  • Operasi Sava : dimulai pada 15 Maret 1944, operasi ini bertujuan untuk membebaskan wilayah sekitar sungai Sava. Operasi ini juga disebut Operasi Liberasi Bosnia, yang berusaha membebaskan wilayah ini dari pendudukan tentara partisan yang waktu itu semakin kuat. Kekuatan partisan berhasil dipukul mundur setelah mereka kehabisan amunisi dan menderita kerugian korban jiwa yang cukup besar.
  • Operasi ke Ostfront, operasi ini digunakan untuk membantu pasukan Jerman yang mulai kewalahan melawan offensive pasukan Soviet yang mulai merangsek masuk ke dalam wilayah eropa timur. Dalam berbagai macam serangan yang dibangun, divisi ini mulai melakukan desersi karena korban yang cukup banyak dan semakin merangkseknya pasukan Soviet ke wilayah Yugoslavia sendiri. Divisi ini akhirnya dibubarkan menjelang jatuhnya Jerman.
Dalam tahun 1943, setelah hampir lebih dari 3 tahun berperang, Jerman mulai merasakan kebutuhan tambahan kekuatan di dalam tubuh pasukannya. Setahun sebelumnya, beberapa kesatuan yang berasal dari Belanda, Belgia, Perancis dan Negara-Negara Baltik telah dibentuk. Kesatuan-kesatuan tersebut di masukan baik dalam tubuh pasukan Waffen SS maupun dalam tubuh Wehrmacht. Kemudian satuan-satuan yang berasal dari bekas negara Yugoslavia pun mulai dibentuk, salah satu satuan yang dibentuk adalah 13th Division Der SS "Handscar" Croatie Nr 1. Sebuah divisi croatia yang terdiri sebagian besar oleh satuan-satuan muslim yang mendiami bekas koloni Kerajaan Ottoman itu. Divisi tersebut nantinya bertugas untuk mengamankan wilayah Kroasia dan sekitarnya, namun pada kenyataannya ia juga terlibat dalam berbagai macam operasi pemberantasan 'partisans' dan kaum komunis yang merong-rong wilayah itu.

Anggota Divisi Handschar Sedang Membaca Islam vs Yahudi
Ditulis oleh kementrian propaganda Jerman

Divisi Handscar digagas pembentukannya oleh Reichfuher Heinrich Himmler beserta dengan Jendral SS Gottlob Berger dengan persetujuan Fuhrer Adolf Hitler di tahun 1942. Himmler menganggap bahwa Islam dan Doktrin Nazi mempunyai musuh yang sama yaitu sama-sama menganggap bahwa Yahudi dengan Zionismenya adalah sebuah bahaya laten dan permanen, serta mereka sama-sama memerangi komunis internasional 'Commitern' sebagai musuh mereka yang tak bertuhan. Himmler juga antusias dengan doktrin muslim tentang Jihad yang menjanjikan surga jika mereka berperang hingga titik darah penghabisan melawan musuh-musuh agama. Selain itu menurut Chris Bishop, Himmler diyakinkan bahwa Muslim Kroasia masih mempunyai kedekatan ras dengan Jerman, karena secara fisik, mereka sangat berbeda dengan bangsa Slavia dan Turki yang mendiami daerah itu juga. Sehingga tidak melanggar salah satu poin khusus yang menyebutkan bahwa anggota-anggota divisi SS harus berasal dari bangsa Jerman asli atau bangsa-bangsa lain yang mempunyai kedekatan biologis dengan ras Arya.


Nama Handschar yang artinya adalah pedang melengkung dalam bahasa Jerman merupakan simbol dari pedang tentara 'Saracen', tentara tradisional muslim pada jaman dahulu. Dalam bahasa Inggris, pedang itu disebut dengan 'sebre' atau 'scimitar'. Divisi ini sendiri mulai dibentuk pada Maret 1943 dengan kommandan pertama mereka Herbert Von Obwurzer.

Peresmian Divisi Handschar oleh H. Imam Al Husseini

Pada rekrutmen pertama terdapat lebih dari 20.000 orang muslim kroasia dan beberapa etnis kroasia selain muslim yang mendaftar sebagai anggota. Selain itu terdapat pula beberapa ratus orang Jerman sendiri yang menjadi staff dan instruktur dalam pelatihan. Peresmian Divisi Handscar dihadiri oleh Haji Imam Al Huseini, Imam Besar Masjid Al Aqsa, seorang yang disebut-sebut akan membentuk Negara Islam bersatu di wilayah Timur Tengah (Mesir, Palestina, Syria, Saudi Arabia, Hingga Irak) di bawah dukumgan Jerman.

Ternyata hittler ( NAZI ) tidak serasialis yg anda kira.

Selama ini orang beranggapan bahwa Hitler adalah seorang rasialis yang sangat mengagungkan ras Arya sekaligus menindas ras lainnya. Tapi tahukah anda bahwa selama berlangsungnya Perang Dunia II, Hitler dan angkatan perangnya merekrut para prajurit sukarelawan non-Eropa, yang tidak berkulit putih dan jelas-jelas bukan ras Arya! Mereka datang dari belahan dunia yang berbeda. Ada yang berkulit kuning, sawo matang, bahkan hitam!

Sebagian foto ini, saya yakin, akan membuat anda terkejut...

hittler sendiri membangun kekuatan yg bukan dari ras arya sediri dan memasukan mereka dalam pasukan khusus yaitu SS handscar

Spoiler for sukarelawan



Sukarelawan Arab dalam tubuh Deutsche Afrikakorps (DAK), pasukan Jerman di Afrika Utara



Sukarelawan bangsa India (Legion Freies Indien) dalam tubuh Heer



Para anggota Legion Freies Indien berpose bersama



Seorang anggota Legion Freies Indien



Sukarelawan India yang tampaknya telah makan asam garam pertempuran, terbukti dari medali yang dengan bangga dipampangkan di seragamnya. Setidaknya si bapak bergigi ala penyanyi rap ini adalah jago dalam perang infanteri!



Seorang sukarelawan asal Azerbaijan sedang menari lagu tradisional dengan diperhatikan oleh rekan-rekannya



Seorang ulama Chechnya sedang membacakan ayat suci di tengah para sukarelawan Nazi asal Kaukasus. Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak dari para pejuang Chechnya pro-Jerman yang dieksekusi atau dikirim ke gulag di Siberia oleh Soviet karena Stalin menganggap mereka adalah para pengkhianat negara



Kalau yang sipit-sipit ini adalah sukarelawan dari Korea



Selain sebagai Sekutu, Jepang juga mengirimkan para prajuritnya untuk menjadi sukarelawan Third Reich



Para prajurit Heer asal Turkmenistan sedang mengantri jatah ransum mereka



Jenderal Wehrmacht sedang menginspeksi pasukan sukarelawan berkulit kuning dan bermata sipit



Yang ini adalah sukarelawan dari Asia Timur yang tertawan bersama prajurit Jerman lainnya dan sedang didata oleh tentara Sekutu



Huahahahaha!!! Bagi yang masih belum ngeh, saya berkulit hitam, Brow!



yg ini dari kesatuan yg lain..



Spoiler for Divisi Gunung SS ke-13 'Handschar', Sukarelawan Muslim Terbesar Dalam Tubuh Waffen-SS


SS-Gruppenführer Artur Phleps, komandan Divisi Gunung Sukarelawan SS ke-8 'Prinz Eugen', sedang mencoba memakai tarbus khas Handschar, fez, dalam kunjungannya ke Zagreb di bulan Februari/Maret 1943



Sampul majalah 'Wiener Muftrierte' terbitan tahun 1944 dengan judul "Der Grossmufti von Jerusalem bei den bosnischen Freiwilligen der Waffen-SS" yang artinya : Mufti Besar Yerusalem (Amin Al-Husayni) bersama dengan sukarelawan Waffen-SS asal Bosnia



Unit artileri dari Divisi Gunung SS ke-13 'Handschar' sedang beraksi



Para prajurit Handschar sedang melaksanakan shalat berjamaah di pagi hari (mungkin shalat Ied. Untuk mengetahuinya, cukuplah diketahui kalau peristiwa ini terjadi pada bulan November tahun 1943). Masihkah anda para Muslim membenci Nazi dan bersimpati dengan Yahudi?



Mufti Besar Yerusalem Sayid Amin Al-Husayni bertemu dengan Adolf Hitler di Berlin, 9 Desember 1941. Dalam pertemuan pertama tersebut Hitler begitu terkejut ketika mendapati "orang Arab" ini berkulit putih, berambut pirang dan bermata biru seperti layaknya orang Nordik!



Para prajurit Handschar sedang bahu-membahu menarik entah apa (kebo?)



Ini mungkin foto paling terkenal dari sukarelawan asal Bosnia di tubuh SS. Mereka tergabung dalam Divisi Gunung SS ke-13 'Handschar'. Bayangkan, sukarelawan Muslim di tubuh pasukan elit Nazi!



Dalam mencermati perjalanan sejarah, kita tentu harus menilainya dengan keadaan di masa itu sendiri. adalah fakta yang tidak terbantahkan bahwa Muslim Bosnia, dan juga banyak Muslim lainnya di masa Perang Dunia II bersekutu dengan Nazi Jerman. Jumlah pasukan Muslim yang bergabung dengan Nazi cukup banyak: sekitar 5.000 orang Arab, 2.000 Muslim India, 40.000 Muslim Bosnia dan Sandzak, 30.000 Muslim Albania, 75.000 Muslim Kaukasus Utara, 40.000 Muslim Tartar Volga, 180.000 Muslim Turki, 20.000 Muslim Tatar Krim, dan juga 200.000 Muslim Soviet dimana yang terakhir ini bertugas sebagai tenaga pembantu dalam berbagai pekerjaan kasar dalam Wermacht atau angkatan perang Nazi Jerman (baca: Legiun Muslim Hitler; N. Hidayat; Nilia Pustaka, 2007)

Bahkan ada juga orang Indonesia yang menjadi bagian dari tentara Nazi Jerman (meskipun tidak diketahui apakah dia muslim atau bukan). Walau sejarah Indonesia tidak banyak membuka diri terhadap jasa Nazi Jerman atas perang kemerdekaan Indonesia, namun jasa pasukannya Adolf Hitler ini bagaimana pun ada. Ini fakta : Salah satu instruktur pertama badan intelijen resmi Indonesia adalah seorang perwira U-Boat Nazi Jerman yang mendarat di Jawa. Kolonel Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, dilatih olehnya.

Bukan itu saja, di Indonesia pun pernah berdiri partai yang mengekor partai Nazi, walau tidak mendapat sambutan meriah kala itu (baca: Orang Nazi dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme; Wilson; Komunitas Bambu, 2008)

Dalam Perang Dunia II, Mufti Palestina AlHusayni memang bersekutu dengan Nazi dan kawan baik dari Adolf Hitler. Mereka di kala itu saling memanfaatkan. Sejarah sekarang, dengan berbagai dokumennya yang telah dideclassified-kan, telah membongkar fakta jika segala 'kebuasan' Nazi Jerman dalam Perang Dunia II ternyata didukung penuh dengan dana amat besar dari Rockefeller dan kakek George Walker Bush, dua keluarga berpengaruh Yahudi Dunia. Al-Husayni tentu saat itu, sepertinya, tidak tahu akan fakta jika Hitler pun tengah diperalat Yahudi!

Dan tentang permusuhan Yahudi terhadap umat Islam, itu bersifat abadi hingga akhir zaman. Jadi, bukan karena Muslim Bosnia sekutu Nazi Jerman yang menyebabkan itu, tapi karena Yahudi adalah tentaranya Dajjal dan Muslim adalah tentaranya Muhammad SAW.

Dalam hubungannya dengan Nazi, puluhan ribu Muslim Bosnia direkrut Hitler dan dikelompokkan ke dalam Brigade Handjar atau yang resminya bernama 13. Waffen Gebirgs Division de SS ‘Handschar’ (kroatische Nr.1). Ini legiun Muslim Bosnia pertama yang direkrut di akhir tahun 1943.

Pada Juli 1944, dibentuk Legiun Muslim Bosnia kedua bernama 23. Waffen Gebirgs Division der SS ‘Kama’ (kroatische Nr.2) atau Brigade Kama. Kedua legiun atau brigade ini akhirnya digabungkan Himmler menjadi satu kesatuan yakni IX. Waffen-Gebirgs Korps der SS (kroatisches). Pasukan ini menderita kekalahan mengikuti kekalahan pasukan induknya, Nazi-Jerman, dan menyerah kepada pasukan Inggris di Saint Veit de Glan di Austria, 12 Mei 1945.

Siapakah Imam Al-Husayni? Dia adalah seorang Mufti Besar Palestina sejak 1921 hingga 1948. Keturunan Klan Husayni ini sangat keras menentang rencana perpindahan kaum Yahudi yang terserak di seluruh dunia ke Palestina, sebagaimana mandat dari Kongres Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Sebab itu, Inggris yang mendukung penuh rencana Zionis Yahudi itu memburunya. Pada tahun 1941 Husayni bertemu empat mata dengan Adolf Hitler. Hitler terkagum-kagum padanya.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3388794


Brigade Handjar – Islamic SS Waffen Units


Eramuslim.com – Dalam mencermati perjalanan sejarah, kita harus menilainya dengan keadaan di masa itu sendiri. Dalam Perang Dunia II, Mufti Palestina AlHusayni bersekutu dengan Nazi, dan kawan baik Adolf Hitler. Mereka saling memanfaatkan. (Sejarah sekarang, dengan berbagai dokumen yang telah dideclassified-kan, telah membongkar fakta jika segala kebuasan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II ternyata didukung penuh dengan dana amat besar dari Rockefeller dan kakek George Walker Bush, dua keluarga berpengaruh Yahudi Dunia. – Ini sih, kayak Yahudi memperalat Hitler untuk membunuh Yahudi juga. Kalo selain faktor ekonomi, khan perang gitu tetep aja ada pabrik2 senjata yang diuntungkan! Emang perang kemerdekaan RI? Itu aja gak gratisan kalee! Dan masalahnya ini Yahudi, orangnya ajaib! Kalo bukan Yahudi… maka hal ini susah dipercaya. )
Di masa Perang Dunia II banyak orang muslim bersekutu dengan Nazi, Jerman, sekitar 5.000 orang Arab, 2.000 Muslim India, 40.000 Muslim Bosnia dan Sandzak, 30.000 Muslim Albania, 75.000 Muslim Kaukasus Utara, 40.000 Muslim Tartar Volga, 180.000 Muslim Turki, 20.000 Muslim Tatar Krim, dan juga 200.000 Muslim Soviet yang bertugas sebagai tenaga pembantu dalam berbagai pekerjaan kasar dalam Wermacht atau angkatan perang Nazi Jerman (baca: Legiun Muslim Hitler; N. Hidayat; Nilia Pustaka, 2007)
Bahkan ada pula orang Indonesia yang menjadi bagian dari tentara Nazi Jerman. Walau sejarah Indonesia tidak banyak membuka diri terhadap jasa Nazi Jerman atas perang kemerdekaan Indonesia, namun jasa pasukannya Adolf Hitler ini bagaimana pun ada. Faktanya, salah satu instruktur pertama badan intelijen resmi Indonesia adalah seorang perwira U-Boat Nazi Jerman yang mendarat di Jawa. Kolonel Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, dilatih olehnya.
Bukan itu saja, di Indonesia pun pernah berdiri Partai Nazi, walau tidak mendapat sambutan meriah kala itu (baca: Orang Nazi dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme; Wilson; Komunitas Bambu, 2008)
Terus kenapa bisa orang Islam bersekutu dengan nazi?
Gini logikanya, dalam Jihad Afghan, para Mujahidin pun juga bersekutu dengan CIA. Bahkan Jamaludin al-Afghani pun ternyata pernah menjadi kaki-tangan dari CIA, seperti halnya Gulbuddin Hekmatyar, Rassul Sayyaf, dan lainnya. Dan seorang Usamah bin Laden pun pernah dipelihara CIA. Ada catatan bahwa eberapa bulan sebelum kejadian 9/11, Usamah sakit dan dirawat di Pakistan. Kepala CIA Timur Jauh dan Kepala Intelijen Pakistan menjenguknya. Ini merupakan salah satu fakta jika peristiwa 9/11-WTC merupakan insider job.
Dan tentang permusuhan Yahudi terhadap umat Islam, itu bersifat abadi hingga akhir zaman. Jadi, bukan karena Muslim Bosnia sekutu Nazi Jerman yang menyebabkan itu, tapi karena Yahudi adalah tentaranya Dajjal dan Muslim adalah tentaranya Muhammad SAW. (Eh, ini beneran dari www.eramuslim.com, lho)
Dalam hubungannya dengan Nazi, puluhan ribu Muslim Bosnia direkrut Hitler dan dikelompokkan ke dalam Brigade Handjar atau yang resminya bernama 13. Waffen Gebirgs Division de SS ‘Handschar’ . Ini legiun Muslim Bosnia pertama yang direkrut akhir 1943.
Pada Juli 1944, dibentuk Legiun Muslim Bosnia kedua bernama 23. Waffen Gebirgs Division der SS ‘Kama’ atau Brigade Kama. Kedua legiun atau brigade ini akhirnya digabungkan Himmler menjadi satu kesatuan yakni IX. Waffen-Gebirgs Korps der SS (kroatisches).
Pasukan ini menderita kekalahan mengikuti kekalahan pasukan induknya, Nazi-Jerman, dan menyerah kepada pasukan Inggris di Saint Veit de Glan di Austria, 12 Mei 1945.
Siapakah Imam Al-Husayni? Dia adalah seorang Mufti Besar Palestina sejak 1921 hingga 1948. Keturunan Klan Husayni ini sangat keras menentang rencana perpindahan kaum Yahudi yang terserak di seluruh dunia ke Palestina, sebagaimana mandat dari Kongres Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Sebab itu, Inggris yang mendukung penuh rencana Zionis Yahudi itu memburunya. Pada tahun 1941 Husayni bertemu empat mata dengan Adolf Hitler. Hitler terkagum-kagum padanya.
Seperti yang sudah disinggung banyak literatur. Adolf Hitler dengan keyakinan rasialnya meyakini jika bangsa Aryan merupakan jenis manusia unggul yang berasal dari ras Romawi kuno yang perkasa, tinggi besar, berkulit putih, rambut jagung, dan mata yang biru bersinar. Melihat sosok Husayni yang tinggi besar, berkulit putih, berambut jagung, dengan mata yang biru bercahaya, Hitler terpesona dan menduga kuat jika Husayni masih satu keturunan dengan bangsa Romawi, nenek moyang ras Aryan.
Sebab itu Adolf Hitler sangat menghormati Husayni. Apalagi kepentingan politik keduanya dalam hal permasalahan Yahudi dunia sama. Husayni memusuhi Yahudi karena ingin mempertahankan tanah suci Palestina, sedangkan Hitler memusuhi Yahudi karena dendam sejarah dan juga pandangan politik rasialnya. Maka keduanya pun bersekutu.
Hhhmmm… Ini mungkin jadi salah satu alasan, kenapa terjadi pembunuhan massal etnik, genocide, waktu perang Serbia/Kroasia terhadap orang-orang Bosnia, dan setelah habis2an, baru NATO turun tangan. Dendam, ya?
Lambang Korps, Nazi tidak memperbolehkan memakai lambang kebesaran mereka, Swastika, maka th 1943 lamnbang tangan memegang pedang menjadi lambang korps.
Photo, hak milik The Ruptured Duck
Soldiers of the Handschar division wearing the special collar tab and fez

(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)
A felt fez was used instead of the regular visored caps, a field-grey fez was used with the battle dress and a maroon fez with the dress uniform.
Recruitment Poster
(Courtesy of Daniel)
Soldiers of the Handschar division

(Courtesy of Thomas S)
Soldiers from the Handschar Division on parade
(Courtesy of Die Deutsche Wochenschau/Ivan)
Soldiers of the Handschar division reading antisemitic propaganda

(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)
The Grand Mufti of Jerusalem Amin al Husseini visiting the division 1943
(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)
The Grand Mufti of Jerusalem Amin al Husseini visiting the division 1943
(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)
Sumber:
Published sources used
John R. Angolia – Cloth insignia of the SS
Roger James Bender & Hugh Page Taylor – Uniforms, Organization and History of the Waffen-SS, vol 3
Georges M. Croisier – Waffen-SS (PDF)
Terry Goldsworthy – Valhalla’s Warriors: A history of the Waffen-SS on the Eastern Front 1941-1945
Jill Halcomb & Wilhelm P. B. R. Saris – Headgear of Hitler’s Germany, Vol 2
Dr. K-G Klietmann – Die Waffen-SS: eine Dokumentation
David Littlejohn – Foreign Legions of the Third Reich, vol 3
James Lucas – Hitler’s Mountain Troops: Fighting at the extremes
Antonio J. Munoz – The East came West: Muslim, Hindu and Buddhist Volunteers in the German Armed Forces 1941-1945
Marc J. Rikmenspoel – Waffen-SS Encyclopedia
George H. Stein – The Waffen-SS: Hitler’s Elite Guard at War 1939-1945
Frank Thayer – SS Foreign volunteer collar insignia and their reporductions (in The Military Advisor, Vol 4 No 2)
Gordon Williamson – German Security and Police Soldier 1939-45
Gordon Williamson – The Waffen-SS: 11. to 23. Divisions
Mark C. Yerger – Waffen-SS Commanders: The Army, corps and divisional leaders of a legend (2 vol)
Reference material on this unit
Mirko D. Grmek & Louise L. Lambrichs – Revoltes de villefranche: Mutinerie d’un Bataillon de Waffen-SS Septembre 1943
George Lepre – Himmler’s Bosnian Division: The Waffen-SS Handschar Division 1943-1945
Antonio J. Munoz – The East came West: Muslim, Hindu and Buddhist volunteers in the German Armed Forces
Amandine Rochas – La Handschar: Histoire d’une division de Waffen-SS bosniaque